Minggu, 01 Januari 2012

Pre Eklampsia Ringan

Pre Eklampsia Ringan

Pre eklampsia ringan adalah timbulnya hipertensi disertai proteinuria dan/atau edema setelah umur kehamilan 20 minggu atau segera setelah persalinan. Gejala ini dapat timbul sebelum umur kehamilan 20 minggu pada penyakit trofoblas.

Penyebab pre eklampsia ringan belum diketahui secara jelas. Penyakit ini dianggap sebagai “maladaptation syndrome” akibat vasospasme general dengan segala akibatnya

Gejala klinis pre eklampsia ringan meliputi :
  1. Kenaikan tekanan darah sistol 30 mmHg atau lebih; diastol 15 mmHg atau lebih dari tekanan darah sebelum hamil pada kehamilan 20 minggu atau lebih atau sistol 140 mmHg sampai kurang 160 mmHg; diastol 90 mmHg sampai kurang 110 mmHg.
  2. Proteinuria : secara kuantitatif lebih 0,3 gr/liter dalam 24 jam atau secara kualitatif positif 2 (+2).
  3. Edema pada pretibia, dinding abdomen, lumbosakral, wajah atau tangan
Pemeriksaan dan Diagnosis:
  1. Kehamilan lebih 20 minggu.
  2. Kenaikan tekanan darah 140/90 mmHg atau lebih dengan pemeriksaan 2 kali selang 6 jam dalam keadaan istirahat (untuk pemeriksaan pertama dilakukan 2 kali setelah istirahat 10 menit).
  3. Edema tekan pada tungkai (pretibial), dinding perut, lumbosakral, wajah atau tungkai.
  4. Proteinuria lebih 0,3 gram/liter/24 jam, kualitatif (++). 
Penatalaksanaan rawat jalan pasien pre eklampsia ringan :
  • Banyak istirahat (berbaring tidur / mirring).
  • Diet : cukup protein, rendah karbohidraat, lemak dan garam.
  • Sedativa ringan : tablet phenobarbital  3 x 30 mg atau diazepam 3 x 2 mg per oral selama 7 hari.
  • Roborantia
  • Kunjungan ulang setiap 1 minggu.
  • Pemeriksaan laboratorium : hemoglobin,  hematokrit, trombosit, urine lengkap,asam urat darah, fungsi hati, fungsi ginjal.
Penatalaksanaan rawat tinggal pasien pre eklampsia ringan berdasarkan kriteria 
  1. Setelah 2 minggu pengobatan rawat jalan tidak menunjukkan adanya perbaikan dari gejala-gejala pre eklampsia.
  2. Kenaikan berat badan ibu 1 kg atau lebih per minggu selama 2 kali berturut-turut (2 minggu).
  3. Timbul salah satu atau lebih gejala atau tanda-tanda pre eklampsia berat
    • Bila setelah 1 minggu perawatan di atas tidak ada perbaikan maka preeklampsia ringan dianggap sebagai pre eklampsia berat.
    • Bila dalam perawatan di rumah sakit sudah ada perbaikan sebelum 1 minggu dan kehamilan masih preterm maka penderita tetap dirawat selama 2 hari lagi baru dipulangkan. Perawatan lalu disesuaikan dengan perawatan rawat jalan.

Perawatan obstetri pasien pre eklampsia ringan :
1. Kehamilan preterm (kurang 37 minggu)
  • Bila desakan darah mencapai normotensif selama perawatan, persalinan ditunggu sampai aterm.
  • Bila desakan darah turun tetapi belum mencapai normotensif selama perawatan maka kehamilannya dapat diakhiri pada umur kehamilan 37 minggu atau lebih.
2. Kehamilan aterm (37 minggu atau lebih)
  • Persalinan ditunggu sampai terjadi onset persalinan atau dipertimbangkan  untuk melakukan persalinan pada taksiran tanggal persalinan.
3. Cara persalinan
  • Persalinan dapat dilakukan secara spontan. Bila perlu memperpendek kala II.

sumber : kuliahbidan.wordpress.com




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar