Minggu, 02 Juni 2013

Berikan Hak Jamkesmas Pasien Miskin


Berikan Hak JAMKESMAS Pasien Miskin
Ari Titin Mulyaningsih, AMd.Keb : 2013


Kegalauan seorang tenaga medis yang memberikan separuh hidupnya untuk memberikan pelayanan kesehatan untuk banyak orang yang membutuhkan. 


Pekerjaan sehari-hari saya yang bergelut sebagai tenaga medis disebuah RS Militer   membuat saya mendapatkan banyak pengalaman dalam melayani berbagai macam pasien tidak saja pasien dines anggota militer melainkan pasien umum mulai dari status perekonomian terbilang rendah sampai menengah ke atas.

Sedikit dilema saat saya harus menghadapi sebuah peristiwa dalam menangani beberapa pasien jamkesda atau jamkesmas, meskipun rumah sakit kami tidak melayani pasien jamkesmas dan jamkesda tetapi kami sering sekali ikut serta merujuk atau evakuasi pasien-pasien yang membutuhkan penangan medis yang lebih serius ke rumah sakit yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap, tidak sedikit pasien-pasien umum yang membutuhkan jamkesmas atau jamkesda dalam pelayanan kesehatan. Dengan berbagai kasus yang di dapat selama ini betapa terbukanya hati kita bahwa sehat itu amatlah mahal.

Sehat itu sangatlah mahal, ia bagi sebagian orang yang sangat membutuhkan, karena pelayanan kesehatan, dari mulai alat-alat medis, obat-obatan, pemeriksaan laboratorium dan lain sebagainya semakin berkembang dan semakin membutuhkan biaya yang tidak sedikit, maka tidaklah mudah bagi masyarakat kecil yang membutuhkan pelayanan kesehatan dengan harga yang terjangkau.

Dari hari kehari banyak sekali orang-orang yang berobat untuk mempertahankan hidupnya. Berbagai macam jenis penyakit yang menyelimuti banyak orang sehingga kami sebagai petugas kesehatan haruslah selalu SIAP dalam membantu dan memberikan pertolongan seharusnya dalam 24 jam. Tidak mengenal pagi, siang, malam kami terbangun dikala bertugas untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

Keterbatasannya masalah perekonomian di Negara kita ini membuat pemerintah memberikan program medis JAMKESMAS atau jaminan pelayanan kesehatan masyarakat. Jamkesmas ( akronim dari Jaminan Kesehatan Masyarakat ) adalah sebuah program jaminan kesehatan untuk warga Indonesia yang memberikan perlindungan sosial dibidang kesehatan untuk menjamin masyarakat miskin dan tidak mampu yang iurannya dibayar oleh pemerintah agar kebutuhan dasar kesehatannya yang layak dapat terpenuhi.

Program ini dijalankan oleh Departemen Kesehatan sejak 2008. Program Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) diselenggarakan berdasarkan konsep asuransi sosial. Program ini diselenggarakan secara nasional dengan tujuan untuk : 1) mewujudkan portabilitas pelayanan sehingga pelayanan rujukan tertinggi yang disediakan Jamkesmas dapat diakses oleh seluruh peserta dari berbagai wilayah; 2) agar terjadi subsidi silang dalam rangka mewujudkan pelayanan kesehatan yang menyeluruh bagi masyarakat miskin.

Pasien anak katakan dia adalah X, usia sekitar 4 tahun, dia sudah mendapatkan perawatan kurang lebih 2 hari 1 malam di rumah sakit, pasien datang dengan keluhan sakit perutnya, apalagi saat bergerak sedikitpun terasa sekali rasa sakitnya, keluarga mengaku sudah membawa anaknya ini berobat kerumah sakit dan sudah diperiksa pemeriksaan penunjang seperti USG dan Rontgen dan akhirnya pasien ini terdiagnosa
Ileus Obtruksi dengan hasil telah ditemukan infeksi yang menyebar akibat cairan usus yang pecah, sehingga membutuhkan perawatan serius dengan jalan oprasi menghentikan penyebaran infeksi tersebut di dalam perutnya.

Dengan penuh harapan dan ketidakmengertian orang tua, pasien ini tidak melanjutkan perawatannya di rumah sakit sebelumnya, orang tua membawa pasien ini pulang kerumah, sampai pada waktunya pasien ini mengeluhkan rasa sakit kembali pada perutnya dan akhirnya membawa pasien ini kerumah sakit kami dengan membawa hasil diagnose penyakit dan pemeriksaan penunjang sebelumnya, orang tua berharap bahwa anaknya bisa sembuh dengan perawatan yang kami berikan di rumah sakit ini tanpa memakan banyak biaya.

Keputusan orang tua ini tidak tepat, karena diagnose anak ini sudah berat bahkan keadaannyapun semakin memburuk dengan menahan rasa sakit yang diderita pasien ini. Dan keputusan dari rumah sakit kamipun untuk segera merujuk atau evakuasi pasien ini untuk mendapatkan penanganan langsung dari dokter spesialis bedah anak.  Akhirnya orang tua pasrah karena mereka sudah kehabisan banyak biaya, pasien ini adalah anak satu-satunya mereka dan orangtua ini hanyalah seorang pekerja buruh sementara ibu dari si anak hanyalah sebagai ibu rumah tangga biasa.  Sementara oprasi ini membutuhkan biaya oprasinya saja sekitar 8 juta, itu belum termasuk hari perawatan dan obat-obatan yang lainnya. Mereka sudah hamper menyerah, tidak sampai disitu, saya mencoba membantunya untuk terus memotivasi agar pasien segera terselamatkan dan mendapatkan perawatan yang layak.  “Jika memang sudah tidak ada biaya sedikitpun bagaimana jika ibu bapak segera urus persyaratan jamkesda dari puskesmas daerah setempat untuk mendapatkan pelayanan yang lebih lanjut dari rumah sakit pemerintah setempat”.

Akhirnya orang tua ini kembali bersemangat dan mereka bangkit untuk segera mengurus persyaratan jamkesda, saya coba mencari informasi kerumah sakit pemerintah daerah untuk menanyakan persyaratan kelengkapan apa saja yang dibutuhkan dan arah jalur yang harus ditempuh untuk mendapatkan persyaratan jamkesda.  Sementara orang tua mengurus persyaratan jamkesda kami sekuat tenaga untuk mempertahankan kestabilan kondisi pasien.

Persyaratan jamkesdapun selesai, dan saya kembali mencarikan informasi rumah sakit mana yang bisa menerima pasien ini dengan pelayanan emergenci. Sekuat yang saya bisa saya cari terus rumah sakit disekitar kota ini yang bisa menerima pasien jamkesda, sayangnya dari sekian banyak rumah sakit pemerintah dan swasta yang bisa melayani pasien jamkesda semua serempak dan mengatakan “PENUH” …. ?? semua ruangan untuk pasien jamkesda PENUH ….. Sedikit kesal saya rasanya … kapasitas pasien jamkesda hanya diberikan ruang kelas III disetiap rumah sakit sementara kapasitas kamar yg disediakan hanya sedikit sedangkan kebutuhan pasien miskin amat sangat membludak setiap harinya.

Terkadang saya kesalll…. dan ingin sekali berontak dari sekian banyak pasien yang mengurus persyaratan jamkesda terkadang ada saja orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak memberikan hak jamkesda selayaknya pada pasien yang benar-benar membutuhkan, jamkesda sekarang tidak seutuhnya untuk rakyat miskin, orang menengah pun di ACC untuk mendapatkan pelayanan jamkesda, entah bagaimana proses pembuatan kartu jamkesda itu selayaknya sampai pasien yang benar benar benar benar benar miskinlah yang berhak mendapatkan jamkesda.

Entah melihat dari pandangan dan sudut sebelah mana pasien yang masih bisa duduk dikursi mobil pribadi dan ber AC masih lolos juga mendapatkan kartu jamkesda, jika kita sadar itu sama sekali menghabiskan kapasitas ruangan pasien untuk pasien jamkesda yang benar ..benar.. benar .. membutuhkan hak jamkesda tersebut.

Saya tidak menyerah, saya harus perjuangkan hak pasien ini, saya kembali menghbungi petugas untuk menanyakan persyaratan pasien jamkesmas agar bisa segera di evakuasi atau mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dengan segera.  Karena kami tinggal disebuat kota kabupaten yang terbatas rumah sakitnya, akhirnya pasien ini saya arahkan kerumah sakit umum pusat di kota yang lebih besar. Informasi persyaratan sudah saya kantongi, saya tidak tega melihat kondisi pasien anak ini, akhirnya setelah persyaratan dipersiapkan, sayapun siap mengantarkan pasien ini untuk mendapatkan pelayanan yg lebih baik.

Sebelum berangkat lagi-lagi permasalahan muncul, kendala utama ada dalam biaya, karena sebelum kami evakuasi pasien haruslah menyelesaikan administrasi di rumah sakit kami, sementara pasien kondisinya sudah kesakitan, dan orang tuapun sudah tidak tahu harus bagaimana lagi untuk menyelesaikan administrasi itu, uang mereka sudah habis untuk membayar pengobatan dirumah sakit yang sebelumnya. Kamipun berusah meminta ijin kepada kepala rumah sakit untuk memberikan keringanan biaya pada pasien ini, dengan berbagai alasan, akhirnya kepala rumah sakit memberikan kebijakan untuk memberikan keringanan. Perjuangan kami belum selesai, meskipun saya hari ini jadwal dinas pagi dan seharusnya sudah pulang, demi memperjuangkan hak asasi jamkesmas dan berjuang untuk membantu kesembuhan pasien sampai larut malam saya ditemani supir ambulance segera meluncur ke Kota besar menuju rumah sakit pusat. Kurang lebih beberapa jam kami lewati tol dengan keadaan hujan lebat beserta petir malam itu kamipun sampai.

Memang tidak semulus yang kami rencanakan, sesampai disana, buanyak sekali pasien yang terlantar di luar rumah sakit karena keterbatasan tempat untuk menampung pasien yang kebanyakn adalah pasien jamkesmas, hamper putus harapan saya karena takut ditolak lagi sedangkan kami datang jauh-jauh dari kabupaten.  Sayapun memasuki UGD malam itu, kesibukan tampak terlihat jelas, sementara pasien sudah terus-terus merintih kesakitan, sayapun mendaftarkan pasien ini, Tuhannnnn …… persyaratan yang kami bawa kurang satu berkas, pasien ni tidak bisa diterima sebagai pasien jamkesmas tapi bisa masuk sebagai pasien umum, itu artinya pasien ini harus bayar dulu selama perawatan dua hari sambil menunggu berkasnya lengkap, Ya Tuhannn … orang tua pasien ini sudah tidak punya uang sepeserpun .. ketika di minta uang pendaftaranpun orang tua ni mengeluarkan uang ribuan recehan dari dompetnya, astaga aku harus bagaimana, tidak banyak uang di dompet ini untuk bisa membantu, paling tidak saya sudah bisa membayarkan pendaftaran dan membekali sedikit uang untuk bekal orang tua ini selama dua hari, sebelumnya saya bergegas mengurus semua persyaratan masuk pasien agar segera bisa di tangani, terimakasih Tuhan masih bersama saya dan kami semua, akhirnya saya bisa membawa pasien ini masuk lebih dulu keruang UGD emergency setelah serah terima pasien, akhirnya pasien ni bisa segera ditangani dokter spesialis bedah untuk melakukan oprasi.

Saya tidak bisa menunggu pasien ni sampai selesai oprasi karena kami masih punya tugas selanjutnya, kami harus pulang. Disinilah salah satu cerita yg membuat saya rinyuh betapa pentingnya hak orang mendapatkan pelayanan jamkesmas itu bagi orang-orang yang benar-benar mebutuhkan.

Sebenarnya masih banyak cerita lain yang membuat saya galau dan dilema menghadapi pasien-pasien yang membutuhkan jamkesmas. Mulai dari pasien jamkesmas yang pakai mobil ber AC dan pasien jamkesmas yang pake Iphone … haduh banyak deh… mungkin lain kali saya akan kembali bercerita sebagai inspirasi kami terhadap pasien yang membutuhkan jamkesmas lain.

Selamat membaca…

Pesan saya  perjuangkanlah hak pasien jamkesmas yang benar-benar membutuhkan, karena jika bukan kita lalu siapa lagi yang perduli terhadap nyawa pasien ….

Semangat teruss yaaa ……….


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar