Kamis, 25 Juni 2009

Flu Babi






INVESTIGASI WABAH
VIRUS H1N1 ( SWINE FLU ) / FLU BABI

Virus Flu Babi ( H1N1 )
3.1.1 Definisi
Flu Babi atau Swine Flu/Influenza adalah penyakit saluran pernafasan pada babi, yang disebabkan virus influenza jenis A. Virus flu ini menyebabkan kesakitan yang berat pada babi tetapi angka kematiannya rendah. Virus ini (type A H1N1 virus) pertama kali di isolasi dari babi pada tahun 1930. Penyakit ini cenderung mewabah di musim semi dan musim dingin tetapi siklusnya adalah sepanjang tahun. Ada banyak jenis flu babi dan seperti flu pada manusia penyakit ini secara konstan berubah.
Flu babi (Inggris:Swine influenza) adalah kasus-kasus influensa yang disebabkan oleh virus Orthomyxoviridae yang endemik pada populasi babi. Galur virus flu babi yang telah diisolasi sampai saat ini telah digolongkan sebagai Influenzavirus C atau subtipe genus Influenzavirus A. Babi dapat menampung virus flu yang berasal dari manusia maupun burung, memungkinkan virus tersebut bertukar gen dan menciptakan galur pandemik.
Flu babi menginfeksi manusia tiap tahun dan biasanya ditemukan pada orang-orang yang bersentuhan dengan babi, meskipun ditemukan juga kasus-kasus penularan Flu babi diketahui dari manusia ke manusia. Gejala virus termasuk demam, disorientasi, kekakuan pada sendi, muntah-muntah, dan kehilangan kesadaran yang berakhir pada kematian .
Seperti semua virus influenza, virus flu babi berubah secara konstan. Babi bisa terinfeksi virus avian influenza (virus flu burung) dan virus flu manusia. Jika berbagai virus ini menyerang babi, maka virus ini akan mampu membentuk spesien- spesien virus baru, yang merupakan gabungan virus avian, manusia dan swine. Sampai saat ini sudah berhasil diisolasi sebanyak 4 sub-type A: H1N1, H1N2, H3N2, and H3N1. H1N1 merupakan virus lebih baru yang baru saja ditemukan pada babi.Virus Swine flu sebetulnya secara normal tidak menginfeksi manusia. Namun secara sporadis dilaporkan adanya infeksi virus ini pada manusia seperti yang terjadi di US dan mexico. Seringnya orang yang terkena adalah orang-orang yang bekerja pada peternakan/industri yang berhubungan dengan babi. Juga dilaporkan adanya penyebaran antar manusia.
Influenza adalah sebuah virus paket protein dan DNA yang tidak cukup kapasitas untuk bereproduksi sendiri. Virus ini menginfeksi sebuah sel, membajak permesinan didalamnya dan menggunakannya untuk menggandakan diri. Virus berkembang biak sehingga ada begitu banyak salinannya yang membuat sel meledak dan koloninya tumpah ke mana-mana, termasuk menyebar ke sel-sel yang masih sehat. Virus flu dari babi {H1N1}, sama dengan virua flu dari burung {H5N1}, tergolong pada tipe A virus influenza. Manusia, kuda, anjing laut, dan paus juga bisa terinfeksi virus flu tipe ini. Sebagai catatan saja, saat ini ada tiga subtipe yang paling banyak bersirkulasi dalam tubuh manusia, termasuk H1N1.
Virus influenza tipe A dan B {Cuma bersirkulasi diantara manusia} dikarakterkan ke dalam varian genetik yang di sebut ”strain atau turunan”. Turunan baru terus tumbuh secara konstan menggantikan turunan-turunan yang sudah lama. Jadi, ketika tubuh mungkin sudah membangun resistensi terhadap sebuah turunan, turunan yang lebih baru bisa jadi mampu menyusup dan menyiasatinya. Dari sini, epidemi yaitu tingkat insiden penyakit yang cukup tinggi di sebuah area atau populasi dan Pandemi penyebaran penyakit secara geografi atau global bisa menyusul. Kekhawatiran itu kini sedang melanda dunia dari flu babi. Seperti virus flu tipe A lainnya, virus flu babi umumnya menyebar menumpang lewat ludah yang terempas ke udara bebas gara-gara batuk atau bersin.
Gambar 1
Foto Virus Flu Babi Pertama
Sel virus terdiri dari inti yang berisi materi genetik yang di kelilingi protein yang membuat virus bisa masuk dan menguasai sel korbannya. Sel itu sangat kecil dan ukurannya hanya seperseribu milimeter. Contoh virus itu diambil dari pasien yang terinfeksi di California dan difoto pada 27 April 2009 di markas US Centers for Disease Control and Prevention Atlanta Georgia. Virus baru itu seperti virus flu normal terjadi pada babi di Amerika Utara. Tapi H1N1 memiliki gen dari Eropa dan babi Asia. Termasuk masuknya virus dari burung dan manusia yang menjadi organisme yang berbeda. Tidak ada yang tahu virus ini akan seberapa bahaya, namun sejauh ini terhitung masih aman.
Asal Mula
Pada 5 Februari 1976, tentara di Fort Dix, Amerika Serikat menyatakan dirinya kelelahan dan lemah, kemudian meninggal dunia keesokannya. Dokter menyatakan kematiannya itu disebabkan oleh virus ini sebagaimana yang terjadi pada tahun 1918. Presiden kala itu, Gerald Ford, diminta untuk mengarahkan rakyatnya disuntik dengan vaksin, namun rencana itu dibatalkan. Pada 20 Agustus 2007, virus ini menjangkiti seorang warga di pulau Luzon, Filipina.
Belum reda pemberitaan flu singapura Dunia dikejutkan serangan virus flu baru yang muncul kali pertamanya di Meksiko. Departemen kesehatan Meksiko menyatakan penyakit ini telah menewaskan 86 orang dan menyerang lebih dari 1.400 sejak 13 April lalu. Virus yang sama juga menyerang Amerika Serikat. Pemerintah AS mengumumkan bahwa virus telah ditemukan di New York, California, Texas, Kansas, dan Ohio, namun belum ada laporan mengenai korban jiwa. Sementara Spanyol, Selandia Baru, dan Kanada melaporkan dugaan kasus tersebut.
Mewabahnya flu babi (swine flu) di Meksiko sejak pertengahan April 2009 tengah menjadi hottest issue di berbagai media massa saat ini. Pemerintah dan masyarakat di seluruh dunia siaga satu sekaligus cemas, akankah ini menyebar menjadi masalah global seperti halnya saat pandemi flu yang membunuh jutaan orang di seluruh dunia pada 1918, 1957, dan 1968. Setelah menginfeksi lebih dari seribu warga Meksiko dan 10 orang di Amerika, WHO mengingatkan bahwa wabah flu babi berpotensi menjadi pandemi dunia.
Klasifikasi Wabah Flu Babi
Dahulu CDC menerima laporan hanya 1-2 kasus flu ini setiap 1 sampai 2 tahun. tetapi sejak Desember 2005 s/d Februari 2009, 12 kasus telah dilaporkan. Bahkan dalam bulan April 2009 dilaporkan terjadi kejadian luar biasa (out break) seperti tabel dibawah.
Gambar II
Tabel KLB Flu Babi
Negara
Laboratorium Konfirmasi cases
Kasus lain yg mungkin
Jumlah kematian
Mexico
172
1,995
152
United States
50
212+
0
Canada
6
28+
0
United Kingdom
2
21
0
Spain
1
39
0
New Zealand
0
67
0
Australia
0
40
0
Colombia
0
12
0
Brazil
0
11
0
Chile
0
8
0
Switzerland
0
5
0
Denmark
0
4
0
Ireland
0
4
0
Czech Republic
0
3
0
Poland
0
3
0
France
0
3
0
Guatemala
0
3
0
Israel
0
2
0
South Korea
0
2
0
Argentina
0
1
0
Costa Rica
0
1
0
Peru
0
1
0
Russia
0
1
0
Norway
0
1
0
Total
231
2,467
152
Seberapa parah virus Flu babi ini :
Penyakit ini berbeda antara Mexico & America. Mexico lebih parah dari America.
Penyakit ini lebih ganas dari Avian Flu 3 - 5 kali akan tetapi dalam populasi jauh lebih kecil dari Avian Flu. Bila 100 orang terinfeksi Avian FLu maka kemungkinannnya 80 orang akan meninggal dunia. Bila 100 orang terinfeksi Swine Flu maka kemungkinannnya 7 orang akan meninggal dunia
Penyakit ini menyerang Paru paru dan menyebabkan kematian karena mengalami Kegagalan Pernafasan ( Respiratory Failure ) akibat pembuluh darah paru yang pecah.
Berikut adalah klasifikasi virus tipe A, diantaranya adalah :
H1N1, menyebabkan endemik di babi dan manusia, virus inilah yang menyebabkan flu spanyol yang menelan lebih dari 100 juta orang.
H2N2, menyebabkan wabah Flu Asia yang menelan 4 hingga 5 juta korban pada tahun 1957 di China dan juga wilayah sekitarnya.
H3N2, yang menyebabkan infeksi pernafasan pada manusia dan babi. Virus ini merenggut nyawa 750.000 orang dengan penyakit yang disebut Hongkong Flu pada tahun 1968. Virus ini juga menjadi buah bibir yang merenggut nyawa beberapa anak di Amerika pada tahun 2003.
H5N1, saat ini merupakan virus flu burung terganas yang sudah menyebabkan 272 orang meninggal di seluruh dunia. Virus ini dikhawatirkan menjadi pandemik saat nantinya dapat menular dari manusia ke manusia. Contoh kasus itu telah terbukti menimpa pada keluarga di Tangerang, yang untungnya tidak sampai menyebar ke wilayah lainnya
H1N2, merupakan endemik bagi manusia dan babi. Tipe H1N2 dihasilkan dari susunan virus H1N1 dan H3N2 dimana protein hemaglutinin virus ini mirip dengan jenis H1N1 dan Neuraminidase proteinnya mirip dengan virus jenis H3N2.
H7N7, adalah virus yang menyerang binatang namun memiliki karakteristik yang tidak biasa. Virus ini menimbulkan korban di Belanda sebanyak 89 orang namun yang meninggal hanya 1 orang saja.
H9N2, adalah virus pathogen rendah dari virus jenis A yang menyerang unggas. Korban berjumlah 3 orang anak bertempat tinggal di Hongkong dan China, dan ketiganya dapat sembuh total.
H7N2, menimbulkan 2 orang korban di New York dan Virginia di sekitar tahun 2003 dan 2002 yang keduanya dapat disembuhkan
H7N3, menyerang amerika Utara pada tahun 2004 di daerah British Coloumbia. 18 peternakan telah diselamatkan dari serangan dan penyebaran virus dan 2 kasus telah diatasi. Kasus penyakit yang muncul memiliki gejala seperti flu, dan korban dapat diselamatkan
H10N7, pertama kali dilaporkan dapat menginfeksi manusia setelah ditemukan kasus 2 balita di Mesir pada tahun 2004 yang terkena virus tersebut.
WHO menaikkan fase flu babi dari 4 menjadi 5. Ini berarti kurang satu fase lagi flu babi menjadi wabah global. Virus ini menurut WHO sudah mencapai level 5, yaitu level dimana penyebarannya dari manusia ke manusia sudah sangat tinggi, di meksiko sendiri kasus kematian akibat flu babi tersebut sudah mencapai 149 kasus.Tetapi belakangan WHO kembali menurunkan status flu ini ke level 4 dengan alasan, penyebarannya dari manusia ke manusia hanya dalam jumlah kecil. Penjelasan Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes RI Prof Tjandra Yoga Aditama tentang fase pandemi suatu penyakit, Kamis (30/4/2008):
a). Fase 3, kasus sporadik atau kluster kecil, penularan antar manusia terbatas (misalnya pada kontak amat erat), tidak ada penularan berkepanjangan di masyarakat, tidak jelas apakan akan terjadi pandemi.
b). Fase 4 , jelas ada penularan antar manusia, telah terjadi KLB di masyarakat (community-level outbreaks). Kemungkinan penularan berkelanjutan menjadi meningkat dan risiko terjadinya pandemi juga makin meningkat secara bermakna.
c). Fase 5 ditandai dengan penularan antar manusia yang menyebar pada setidaknya 2 negara didalam satu region WHO. Fase 5 adalah signal kuat bahwa pandemi sudah mengancam dan merupakan waktu untuk menyempurnakan organisasi dan komunikasi dan mengimplementasikan rencana mitigasi yang ada.
d). Fase 6, adalah fase pandemi, di mana sudah terjadi KLB juga di setidaknya satu negara lain diluar region WHO yang tadi sudah terkena di fase 5. Kalau sudah ada deklarasi fase 6 maka artinya pamdemi sedang berjalan. (detiknews.com)
3.1.4 Tanda dan Gejala
Menurut Pusat Pengawasan dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat, gejalan influensa ini mirip dengan influensa. Gejalanya seperti demam > 37,70 C, batuk, sakit pada kerongkongan, sakit pada tubuh, kepala, panas dingin, dan lemah lesu. Beberapa penderita juga melaporkan buang air besar dan muntah-muntah.
Gambar 3
Tanda Gejala Swine Influenza
Symptoms of
Swine Flue
Systemic
- Fever
- Lethargy
Nasopharynx
- Runny nose
- Sore throat
Musles
- Pain
Joints
- Pain
Psychological
- Lack of appetite
Respiratory
- Coughing
Gastric
Nausea
- Vomiting
Intestinal
Diarrhea
Dalam mendiagnosa penyakit ini tidak hanya perlu melihat pada tanda atau gejala khusus, tetapi juga catatan terbaru mengenai pasien. Sebagai contoh, selama wabah flu babi 2009 di AS, CDC menganjurkan para dokter untuk melihat "apakah jangkitan flu babi pada pasien yang di diagnosa memiliki penyakit pernapasan akut memiliki hubungan dengan orang yang di tetapkan menderita flu babi, atau berada di lima negara bagian AS yang melaporkan kasus flu babi atau berada di Meksiko dalam jangka waktu tujuh hari sebelum bermulanya penyakit mereka." Diagnosa bagi penetapan virus ini memerlukan adanya uji makmal bagi contoh pernapasan.
Virus swine influenza tidak ditularkan melalui makanan. Memasak makanan sampai suhu 160°F akan mematikan virus ini. Virus influenza bisa menular dari babi ke manusia atau sebaliknya. Infeksi pada manusia terjadi terutama jika berada dekat-dekat babi yang terinfeksi seperti berada dalam kandang babi. Infeksi dari manusia ke manusia lain juga bisa terjadi, mirip sperti flu manusia, yaitu melalui bersin atau batuk. Bisa juga lewat sentuhan tangan, kemudian tangan tersebut menyentuh mulut atau hidung.Untuk mendiagnosis infeksi swine influenza, dibutuhkan koleksi spesimen dari saluran nafas dalam 4-5 hari pertama. Spesimen ini kemudian diperiksakan di Laboratorium.
Bagaimana membedakan dengan flu biasa, flu burung, ataupun flu singapura yang belum lama ini juga menjadi buah bibir di Indonesia.
a). Flu Berbeda dengan Batuk-Pilek
Orang sering kali salah menggunakan istilah flu untuk menggambarkan gejala pilek. Menurut spesialis paru dari Departemen Pulmonologi dan Ilmu Kedokteran Respirasi FKUI Jakarta dr Dianiati Kusumo Sutoyo SpP(K), batuk-pilek yang selama ini dikenal di masyarakat adalah suatu penyakit infeksi virus pernapasan yang tidak berbahaya. "Dalam dunia medis, gejala ini dikenal dengan istilah common cold," sebutnya. Common cold merupakan infeksi saluran napas atas akut yang disebabkan virus, dengan berbagai variasi gejala seperti batuk, ingus encer, dan bening, sakit tenggorokan, bersin, mata berair, hidung tersumbat. Namun, tidak disertai gejala nyeri otot hebat, demam tinggi, apalagi sampai menggigil.
Jumlah virus penyebab common cold pun sangat bervariasi, lebih dari 200 jenis atau strain (paling sering adalah golongan rhinovirus dan coronavirus). Ini berbeda dengan flu, karena flu adalah kependekan dari penyakit influenza yang disebabkan virus influenza tipe A, B, atau C. Penelitian mendapati bahwa virus-virus influenza yang tadinya tidak menyebabkan penyakit (patogen), setelah bersirkulasi beberapa saat pada populasi peternakan dapat bermutasi menjadi virus yang sangat menular. b). Flu Babi, Hibrida Aneka Flu
Flu babi (swine flu) adalah penyakit pernapasan yang lazim ditemui pada babi yang disebabkan virus influenza A subtipe H1N1. Virus ini dapat ditularkan melalui binatang, terutama babi, kendati ada kemungkinan penularan antarmanusia. Menurut Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Depkes Prof Dr Tjandra Yoga Aditama SpP MARS, secara umum penyakit flu babi ini mirip dengan influenza (influenza like illness/ILI). Gejala klinisnya antara lain demam, batuk-pilek, lesu, letih, nyeri tenggorokan, napas cepat atau sesak napas, dan terkadang disertai mual, muntah, bahkan diare. Pada anak, beberapa kondisi yang patut diwaspadai di antaranya napas cepat atau sesak napas, kulit kebiruan, enggan minum banyak cairan, respons lamban atau tidak interaktif, rewel, batuk-pilek, demam disertai kemerahan di kulit (rash). Adapun pada orang dewasa, di samping gejala klinis yang umum, jika ditemui gejala kesulitan bernapas, napas pendek, rasa sakit atau tertekan di dada dan perut, pusing mendadak, bingung, bahkan disertai muntah, hendaknya segera meminta pertolongan medis. Virus H1N1 sebenarnya biasa ditemukan pada manusia dan hewan, terutama babi, tetapi keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Begitu juga dengan virus flu burung H5N1 meskipun sama-sama virus influenza tipe A. Cara penularan flu babi melalui udara dan dapat juga melalui kontak langsung dengan penderita. Adapun masa inkubasi virus ini berkisar 3-5 hari. Kepala Divisi Medis Departemen Kesehatan, Australia, Profesor Jim Bishop, mengungkapkan, bukan mustahil virus flu babi yang menginfeksi ribuan warga Meksiko tersebut merupakan hasil perkawinan silang (hibrida) antara flu manusia, flu burung,dan flu babi. "Kami khawatir hibrida ini akan menghasilkan tipe baru flu yang akan lebih sulit diprediksi, dan tampaknya ada kemungkinan penularan antarmanusia," Bishop seperti dikutip AAP.
c). Flu Singapura
Flu Singapura sebenarnya adalah penyakit yang dalam dunia kedokteran dikenal sebagai hand, foot, and mouth disease (HFMD) atau penyakit kaki, tangan dan mulut (PKTM). Disebut flu singapura karena konon awalnya dibawa masuk ke Indonesia oleh orang yang baru bepergian atau berlibur dari luar negeri. PKTM merupakan penyakit infeksi yang disebabkan virus RNA seperti enterovirus dan rhinovirus. Penyakit ini sangat menular dan kerap terjadi pada musim panas dengan masa inkubasi virus 2-5 hari. Anak-anak usia 2 minggu sampai 5 tahun paling rentan terinfeksi. Beberapa gejalanya mirip flu biasa, yakni demam, batuk, pilek, pegal, tidak nafsu makan, dan mudah lelah.
Adapun yang khas adalah pada hari ke-2 atau ke- 3 demam, timbul seriawan, bibir pecah-pecah, lidah dan tenggorokan meradang, bahkan ada yang area mulutnya sampai melepuh atau berlendir. Selain itu, pada kulit timbul bercak lebar berwarna merah, terutama telapak kaki, tangan,dan mukosa mulut. Kendati demikian, biasanya penyakit ini tidak berat. Dengan pengobatan tepat, penderita akan sembuh dalam 7-10 hari. d). Flu Burung
Penyakit pernapasan pada unggas (avian influenza) yang dikenal dengan sebutan flu burung disebabkan infeksi oleh virus influenza A subtipe H5N1. Secara umum, gejala klinisnya seperti flu pada umumnya, yaitu demam, batuk, sesak dan sakit tenggorokan, beringus, nyeri otot, sakit kepala, dan lemas. Dalam tempo singkat kondisi penderita bisa memburuk dengan terjadinya peradangan pada paru-paru (pneumonia), yang mana jika tidak dilakukan tata laksana dengan baik dapat berujung kematian. Hampir separuh kasus flu burung pada manusia menimpa anak-anak, terutama usia kurang dari 12 tahun yang paling rentan terinfeksi. Hingga kini, tidak ditemukan bukti ilmiah adanya penularan H5N1 antarmanusia. Namun, dengan kondisi lingkungan seperti saat ini, tak mustahil virus flu burung bermutasi dan mengakibatkan penyebaran dari manusia ke manusia.(Koran SI/Koran SI/tty).
Penyebaran Flu Babi
Swine Flu dapat menular diantaranya :
Melalui Human to Human infection
Orang yang terinfeksi Swine Flu dapat menyebarkan Germ Flu ( Basil Kuman ) sehari sebelum Gejala Flu mereka muncul hingga 7 hari setelah mereka sakit
Penularan melalui udara
Penularan melalui kontak tangan dengan selaput lendir. Contoh : Kita menyentuh object yang di pegang oleh orang yang terinfeksi Swine Flu,tanpa kita sadari kita menyentuh mata kita sendiri misal Gatal atau kucek mata , hidung & mulut
Pada daerah SUBTROPIS ( daerah yang mempunyai 4 musim ).Tetapi kita yang berada di daerah Tropis tidak boleh lengah begitu saja.
Virus ini bisa menyebar dari manusia ke manusia lewat penyebaran seperti flu biasa, seperti lewat batuk atau bersin orang yang terkena infeksi virus ini. Orang juga bisa terinfeksi karena menyentuh sesuatu yang memiliki virus flu babi ini, kemudian tangannya menyentuh mulutnya atau hidung. Penularannya melalui bersin, batuk, atau ketika seseorang terkena virus ini dari tangan mereka yang tidak dicuci bersih. Bisahkah orang tertular Flu Babi dengan memakan daging babi, menurut CDC, tidak, asalkan daging tersebut dimasak secara benar dan matang. Pematangan hingga suhu 160°F telah mematikan virus Flu Babi maupun virus-virus lain dan bakteri.
Penanggulangan Flu Babi
a. Mencuci tangan dengan Sabun & Air atau Alkohol Based Hand Cleaner. Kondisi yang mengharuskan kita mencuci tangan :
Sebelum mulai bekerja
Sebelum mulai bekerja
Sesudah dari Toilet
Apapun yang di kotori oleh Pekerjaan
Sebelum memegang Sarung Tangan / Handuk / Alat Pelindung Diri ( termasuk Pakaian dll )
b. Jangan terlalu dekat dengan orang yang sedang terinfeksi
c. Jangan malu untuk memakai Masker
d. Jangan menyentuh langsung selaput lendir seperti mata , Hidung & Mulut
Pencegahan cuma bisa dilakukan dengan menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin. Cuci tangan sesering mungkin dan membuang kertas tisu segera setelah pakai jangan digunakan untuk menyeka bagian wajah yang lain juga bisa membantu.
Waspadalah bila kita mengalami Flu disertai Muntah & Diare. Dan yang harus dilakukan dirumah bila menderita Flu diantaranya :
Selain untuk berobat hindarilah bepergian , lebih baik sementara di rumah.
Bila bersin & batuk tutuplah hidung dan mulut dengan tissue . Kemudian segeralah buang tissue itu ke kotak sampah.
Cucilah tangan anda segera
Banyaklah istirahat
Ukurlah suhu tubuh sebelum tidur
Mintalah Ibu memasak Sop Ayam ( anti inflammatory ) & makanlah selagi hangat
Minumlah Teh Hijau ( antioxidan ) , bila memungkinkan campurlah dengan Black Tea ( antioxidan ). Minumlah selagi hangat , hiruplah uapnya
Minumlah Lemon , Madu & Whiskey sedikit ( biasa untuk orang Eropa
Mandilah air hangat
Vitamin C yang mengandung Zn ( Zegase atau Zegavit ) atau Jeruk Peres Banyaklah minum terutama air hangat.
Dan ingatlah untuk Tanda Kondisi Emergency di rumah, dan segeralah periksakan diri ke dokter, apabila terdapat tanda kondisi emergency berikut ini :
Penderita mengeluh Sakit Dada dan atau Kesulitan Bernafas
Daerah di sekitar bibir menjadi biru atau keunguan
Muntah dan Diare yang berlanjut
Tanda tanda Dehidrasi ( Kekurangan Cairan )
Respon lambat dari biasanya atau bingung
Adapun yang harus diperhatikan pada kelompok yang beresiko terkena penyakit lebih berat ( cepat beralih ke kondisi Emergency ) diantaranya :
Penderita berumur 65 tahun keatas
Semua golongan yang mempunyai penyakit Kronik ataupun Metabolic
Penderita penyakit Paru , Jantung & Immune System
Trimeter Ke tiga dari Kehamilan atau sehabis melahirkan
Guna mewaspadai virus flu babi ini pemerintah menyarankan 7 langkah pencegahan yaitu :
Sudah terpasangnya thermal scanner (alat pendeteksi suhu tubuh) di terminal kedatangan bandara internasional
Mengaktifkan kembali sekitar 80 sentinel untuk surveillance ILI dan Pneumonia baik dalam bentuk klinik atau virologi
Menyiapkan obat-obatan yang berhubungan dengan penaggulangan Flu Babi yang pada dasarnya adalh Oseltamivir yang sama untuk H5N1 (virus Flu Burung)
Menyiapakan 100 rumah sakit rujukan yang sudah ada dengan kemampuan menangani kasus Flu Babi
Menyiapkan kemampuan laboratorium untuk pemeriksaan H1N1 (virus Flu Babi) di berbagai Laboratorium Flu Burung yang sudah ada
Menyebarluaskan informasi ke masyarkat luas dan menyiagakan kesehatan melalui desa siaga
Simulasi penanggulangan Pandemi Influenza yang baru dilakukan minggu lalu di Makasar juga merupakan upaya nyata persiapan pemerintah dalam menghadapi berbagai kemungkinan Kejadian Luar Biasa (KLB) atau Public health Emergency Internasional Concern (PHEIC) seperti Flu Babi.
Sejauh ini belum ada virus untuk mencegah flu babi, namun pusat pencegahan penyakit AS, CDC, sedang berusaha membuat vaksin flu babi, Ilmuwan Amerika telah mengembangkan satu vaksin baru, namun diperlukan waktu untuk menyempurnakannya dan juga memproduksi dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi permintaan. Jenis flu ini kelihatannya tak mempan terhadap Amantadine, Symmetrel, Rimantadine, atau Flumadine. Dalam kondisi flu biasa, jika mengkonsumsi obat 48 jam setelah bisa meringankan sakit, tetapi sensitif dengan antivirus seperti :
Tamiflu ( Oseltamivir ) 75 mg Capsule : 2 x 1 Capsule selama 5 – 7 hari
Relenza ( Zanamivir )
Obat ini akan efektif bila di minum kurang dari 36 - 48 jam sesudah serangan Swine Flu. Dan akan terasa perbaikan pada keesokan harinya.
Di America ditemukan ada juga yang sembuh tanpa pengobatan Tamiflu atau Relenza ( CDC = Center for Disease Control & Prevention )
Kasus Flu Babi di Indonesia
Setelah kasus virus flu babi ditemukan di Meksiko, AS, dan Selandia Baru, Asia kini dalam kondisi siaga satu, Minggu (26/4). Asia yang selama bertahun-tahun berperang dengan wabah SARS dan flu burung menyiagakan pos pemeriksaan di semua perbatasan. Wabah flu babi ini diyakini bisa meluas ke kawasan lain di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan, virus flu babi ini berpotensi sangat besar menjadi pandemi. Kasus flu babi ini dinilai WHO sebagai kondisi darurat untuk kesehatan publik yang harus segera mendapat perhatian komunitas internasional.
Sampai sejauh ini virus flu babi dilaporkan sudah meluas hingga ke Selandia Baru, AS, Israel, dan Perancis. Virus flu babi ini diduga bisa meluas dengan cepat ke berbagai negara dalam waktu sangat cepat karena adanya transportasi udara. Oleh karena itu, salah satu cara mencegahnya adalah dengan membuka pos-pos pemeriksaan kesehatan di bandara-bandara.
Tidak mengherankan jika masyarakat dunia kini menjadi sangat resah, apalagi melihat begitu banyak korban tewas dalam tempo cepat. Kondisi ini membuat WHO, hanya dalam tempo dua hari, kembali menaikkan status Swein Flu alias Flu Babi menjadi level lima, yang artinya, risiko pandemik global sudah di depan mata. WHO minta semua negara bersiap menghadapinya. Kekhawatiran ini memang tidak mengada-ada, mengingat influenza pernah menjadi bencana besar yang mengguncang dunia. Yang terburuk tahun 1918-1919 ketika Flu Spanyol menyerang dan menewaskan 25 juta orang dalam enam bulan (bandingkan AIDS yang menewaskan 25 juta jiwa dalam 25 tahun pertama). Total 18 bulan merajalela, Flu Spanyol menewaskan 40-50 juta orang. Versi lain menyebutkan, jumlah korban 50-100 juta jiwa. Hal ini sangat luar biasa, setidaknya lebih besar daripada korban jiwa dalam Perang Dunia I yang berakhir hampir bersamaan dengan menghilangnya penyakit itu. Begitu menyeramkannya akibat yang ditumbulkan Flu Spanyol ini, sampai-sampai pandemik ini dilukiskan sebagai ‘The Greatest Medical Holocaust in History’ Indonesia pun tak lepas dari bencana ini. Di Bali, sekitar 30.000 orang tewas karena Flu Spanyol ini. Pandemik Flu kembali meledak tahun 1957 menewaskan 4 juta orang dan awal tahun 1968 Flu Hongkong yang menewaskan sekitar 1 juta orang.
Cepatnya virus flu ini menyebar, membuat sejumlah negara di Asia menetapkan ‘Siaga I’ Flu Babi. Tak terkecuali Indonesia yang sampai sekarang masih berjuang melawan Flu Burung (H5N1). Untuk menanggulangi Flu Babi, pemerintah mengalokasikan dana Rp 38 miliar yang diambil dari anggaran penanganan Flu Burung Maret 2009, yang belum digunakan. Namun, tampaknya para pejabat Kesehatan lebih “PD” menghadapi ancaman Flu Babi ini. Bisa jadi ini karena pengalaman Indonesia menangani wabah Avian Flu (Flu Burung) yang merebak di berbagai tempat sejak 2005. Apalagi dikabarkan jenis virus ini ternyata tidak lebih berbahaya daripada Flu Burung yang di Indonesia telah menewaskan 115 orang, paling tinggi di Asia Tenggara. “Kita tidak terlalu takut, tetapi tetap harus waspada. H1N1 angka case fatality rate-nya hanya 6,1%, tetapi angka case fatality rate H5N1 80-90%,” kata Menteri Kesehatan Fadila Menurut Fadila, H1N1 penyebab Flu Babi yang saat ini melanda Mexico dan Amerika Serikat, umumnya hidup di negara yang memiliki empat musim. Tepatnya, virus ini hidup dan menyebar di musim dingin dan gugur. Sementara pada musim panas dan semi, virus H1N1 ini tak berdaya.
Kemungkinan virus H1N1 tidak berdaya hidup di daerah tropis seperti Indonesia (Fadillah). Meski begitu, Departemen Kesehatan telah melakukan langkah kewaspadaan dan pencegahan agar tidak menyebar ke Indonesia. Pernyataan berbeda muncul dari Gusti Ngurah Mahardika, Kepala Laboratorium Biomedik Universitas Udayana. Menurutnya, virus Flu Babi atau swine influenza dengan subtipe H1N1 dipastikan sudah ada di Indonesia. Tetapi, mempunyai genetik atau sifat berbeda. Hal senada juga diungkapkan Kepala Laboratorium Flu Unggas Universitas Airlangga CA Nidom. Ia mengatakan, virus H1N1 di Indonesia sudah ada sejak dulu. Subtipe di Indonesia atau H1N1 klasik tidak berbahaya. “H1N1 tipe Mexico atau Flu Babi sekarang inilah yang berbahaya,” katanya. Virus yang berubah di tubuh babi lebih mungkin menular ke manusia. Pasalnya, manusia dan babi sama-sama mamalia yang cenderung memiliki kesamaan. Sebaliknya, Flu Unggas tidak bisa langsung ke manusia. ”Harus ada perantara mamalia lain dan itu kemungkinan besar babi,” katanya. Di tubuh babi, virus mengalami perubahan dengan dua pola. Pola pertama berupa adaptasi. “Kalau ini terjadi, dampaknya tidak terlalu berbahaya karena tidak ada perubahan struktur virus,” ujarnya. Pola kedua berupa penyusunan ulang virus. Berdasar pola ini, virus bisa berkembang menjadi gabungan Flu Babi, Flu Unggas, dan Flu Manusia. “Jika menyimak penjelasan di AS, ada kemungkinan reassortan (penyusunan ulang),” jelasnya. Jika hal itu terjadi, tidak tertutup kemungkinan Flu Babi bisa berkembang di Indonesia. Salah satu pendukungnya adalah banyaknya peternakan ayam dan babi yang berdekatan. Di sisi lain, keganasan H1N1 tipe Mexico tidak seperti H5N1. “Virus ini cepat menyebar, tetapi daya rusaknya rendah. Sebaliknya H5N1 lambat menyebar. Namun, daya rusaknya amat tinggi,” (Diah Supari Sp.JP(K), dalam jumpa pers tentang Flu Babi).
Bandung - EK (31 tahun), pasien yang baru masuk pukul 10.20 WIB, Kamis (14/5/2009) di RSHS Bandung, langsung dinyatakan suspect flu babi pertama yang dirawat RS itu. Dia juga merupakan orang pertama di Indonesia yang menyandang status suspect flu babi. Anggota Tim Penanganan Penyakit Infeksi Khusus RSHS, dr Primal Sudjana, menyatakan status suspect dikenakan pada EK mengingat riwayat pasien yang pernah berkunjung ke dua negara, yaitu Amerika Serikat dan Korea Selatan, yang sudah terjangkit virus H1N1. "Ini suspect pertama, dengan dikuatkan EK yang telah mengunjungi dua negara yang positif flu babi," (Primal ,RSHS Jalan Pasteur, Bandung), Kamis (14/5/2009). Karena sudah dinyatakan suspect, maka prosedur penanganan sesuai dengan protap menangani pasien H1N1. Di mana, baik perawat maupun dokter yang akan kontak fisik harus menggunakan peralatan Alat Perlindungan Perseorangan (APP) lengkap, mulai dari helm, maskter, pakaian, sarung tangan, sarung kakiu, sandal, kaca mata dan penutup wajah dari kaca. Menurutnya sampel darah EK sudah dibawa ke Balitbangkes untuk diperiksa. Beberapa hari kemudian, hasilnya akan keluar.Kronologi EK akhirnya dirawat di RSHS yaitu pada tanggal 6 hingga 12 Mei 2009, EK berada di Los Anggeles, Amerika Serikat. Kemudian saat akan pulang ke Indonesia, EK transit di Seoul Korea Selatan. Oleh tim kesehatan bandara Seoul, EK sempat ditahan selama 9 jam karena dia diketahui mengalami demam, setelah diperiksa thermal detector. Setelah 9 jam diperiksa, akhirnya EK dinyatakan negatif terjangkit virus H1N1. Saat tiba di Bandara Cengkareng, Rabu (13/5/2009), EK lolos dari pemeriksaan thermal detector karena demamnya sudah turun. Setiba di rumahnya pada Rabu malam, EK kembali mengalami demam tinggi. Lalu tadi pagi ke puskemas, dan pihak puskesmas langsung merujuknya ke RSHS (ern/nrl).



DAFTAR PUSTAKA
Rohman Taufiq. “Flu, Babi dan Flu Babi (Swine flu) ”. Computer, writing, rhetoric and literature. (Jurnal Elektronik ), diakses Rabu 29 April 2009 : koran tempo.
Flu Burung Entries (RSS). “JENIS VIRUS FLU BURUNG ”. Computer, writing, rhetoric and literature. (Jurnal Elektronik ), diakses June 5, 2008 – 2:40 am : G:/jenis-virus-flu-burung.asp.htm
Arixs. “Virus Flu Babi Ada di Indonesia sejak Dulu •Flu Spanyol Tewaskan 25 Juta Orang”. Computer, writing, rhetoric and literature. (Jurnal Elektronik ), diakses Selasa, 05-May-2009, 14:02:20 : /mod.php.htm.
MENGENAL VIRUS FLU BABI (H1N1) ”. Computer, writing, rhetoric and literature. (Jurnal Elektronik ), diakses Kamis, 2009 April 30 : http://rulisaputri.blogspot.com/
Hananiskm. “Apakah Flu Babi (Swine Flu)?”. Computer, writing, rhetoric and literature. (Jurnal Elektronik ), www.medictinedic.com/swineinfluenza
DYAN KUNTHI . “INVESTIGASI WABAH ”. Computer, writing, rhetoric and literature. (Jurnal Elektronik ), diakses Jumat, 2007 Agustus 03 : G:/jenis-virus-flu-burung.asp.htm

Teknologi . “Inilah Foto Virus Flu Babi Pertama ”. Computer, writing, rhetoric and literature. (Jurnal Elektronik ), diakses Sabtu, 06/05/2009 - 07:37, http : // inilah.com
Detiknews. “Inilah Arti Fase Pandemi Flu Babi ”. Computer, writing, rhetoric and literature. (Jurnal Elektronik ), diakses 30 April 2009 : www. Karodalnet.blogspot.com
Koran SI/Koran SI/tty. “Flu Babi yang Mencemaskan ”. Computer, writing, rhetoric and literature. (Jurnal Elektronik ), diakses Selasa, 28 April 2009 - 09:26 wib : http://m.okezone.com/.
Diki. “ Flu babi dan bagaimana cara menghindarinya ”. Computer, writing, rhetoric and literature. (Jurnal Elektronik ), diakses on 27-04-2009: http: www.medictinedic.com/swineinfluenza.
dr.Didi Kusmarjadi, SpOG. “ Flu Babi ”. Computer, writing, rhetoric and literature. (Jurnal Elektronik ), diakses on 2009-04-28 : http://spogman[dot]mofuse[dot]mobi.
Flu Babi ”. Computer, writing, rhetoric and literature. (Jurnal Elektronik ), diakses on 3 Mei 2009: http:// Wikipedia.com.
Andri Haryanto. “EK, Pasien Suspect Pertama Flu Babi di Indonesia ”. Computer, writing, rhetoric and literature. (Jurnal Elektronik ), diakses Kamis, 14/05/2009 16:36 WIB : http://m.detik.com/
REUTERS/AFP/AP/LUK. “Asia Siaga Satu Virus Flu Babi ”. Computer, writing, rhetoric and literature. (Jurnal Elektronik ), diakses 27 April 2009 05:36 WIB : http://m.kompas.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar