Rabu, 08 Desember 2010

Kelainan Payudara (Lakukan SADARI)










KELAIAN PAYUDARA


Payudara sebenarnya modifikasi kelenjar keringat yang berkembang menjadi susunan yang kompleks pada wanita tetapi berubah fungsinya (menyusut) pada pria. Pada wanita pertumbuhan payudara pada saat lahir belum selesai dan pertumbuhan berjalan terus hingga masa pubertas. Sedangkan pada pria pertumbuhan payudara berhenti pada saat lahir.

Ada 3 hal yang mempengaruhi payudara yaitu:

1. Pertumbuhan dan involusi, berhubungan dengan usia
2. Perubahan berhubungan dengan siklus menstruasi
3. Perubahan karena kehamilan dan saat menyusui

Ketiga hal ini dipengaruhi oleh faktor hormonal yaitu hormone ekstrogen dan progesteron.

Kelainan pada payudara yang bisa ditemukan yaitu:


1. Radang

Biasanya terjadi pada saat wanita menyusui. Peradangan terjadi akibat luka lecet pada putting payudara oleh karena adanya infeksi bakteri. Luka lecet pada payudara tersebut dikenal dengan Mastitis akut dalam istilah kedokterannya. Luka lecet yang telah sembuh biasanya akan timbul jaringan parut yang akan mengakibatkan kulit bekas luka atau puting susu yang terluka akan tampak seperti mengerut. Tetapi tidak akan pernah menimbulkan kesukaran menyusui.

2. Nekrosis Lemak

Nekrosis merupakan istilah kematian suatu sel atau jaringan pada tubuh yang bisa disebabkan oleh karena berbagai faktor. Pada payudara yang sangat padat dengan jaringan lemak maka dapat terjadi nekrosis juga. Nekrosis ini disebut nekrosis lemak biasanya disebabkan adanya benturan (trauma). Saat perabaan pada payudara akan terdapat daerah yang lebih padat dengan sekitarnya.

3. Ketidakseimbangan Hormonal

Beberapa jenis kelainan yang sering ditemukan pada payudara yang disebabkan oleh adanya ketidakseimbangan hormonal yaitu:


a. Hiperplasia kistik (mammary dysplasia, fibrocystic disease)

Merupakan kelainan yang sering ditemukan, meliputi separuh dari semua operasi payudara. Dasar kelainan ialah hormon estrogen yang terlalu berlebihan. Biasanya pada perabaan dengan SADARI teraba kenyal dan dapat digerakkan dari jaringan sekitarnya. Sering menyebabkan keluhan rasa nyeri terutama menjelang masa menstruasi.

b. Fibroadenoma

Merupakan tumor jinak payudara yang paling sering ditemukan. Sering ditemukan pada usia reproduksi yaitu 15-45 tahun tetapi lebih sering ditemukan sebelum usia 30 tahun. Penyebabnya adalah ketidakseimbangan hormon estrogen. Pada saat menjelang haid dan kehamilan biasanya akan tampak pembesaran sedikit tetapi sebaliknya pada saat menopause akan mengecil (regresi). Biasanya pada perabaan merupakan benjolan yang berbatas jelas dan mudah digerakkan dari jaringan sekitarnya.

c. Karsinoma Payudara

Gejala klinis kanker payudara dapat berupa:
- Benjolan pada payudara

Umumnya berupa benjolan yang tidak nyeri pada payudara. Benjolan itu mula-mula kecil, makin lama makin besar, lalu mendekat pada kulit atau menimbulkan perubahan pada kulit payudara atau pada puting susu.

- Erosi atau eskema puting susu

Kulit atau puting susu tadi menjadi tertarik ke dalam (restraksi), berwarna merah muda atau kecoklat-coklatan sampai menjadi oedema hingga kulit kelihatan seperti kulit jeruk (peau d’orange), mengkerut, atau timbul borok (ulkus) pada payudara. Borok itu makin lama makin besar dan mendalam sehingga dapat menghancurkan seluruh payudara, sering berbau busuk, dan mudah berdarah. Ciri-cirinya antara lain:

  • Pendarahan pada puting susu
  • Rasa sakit atau nyeri pada umumnya baru timbul kalau tumor sudah besar, sudah timbul borok, atau kalau sudah ada metastase ke tulang-tulang
  • Kemudian timbul pembesaran kelenjar getah bening di ketiak, bengkak (edema) pada lengan, dan penyebaran kanker ke seluruh tubuh (Handoyo, 1990)

Kanker payudara lanjut sangat mudah dikenali dengan mengetahui criteria operbilitas Heagensen sebagai berikut:
• Terdapat edema luas pada kulit payudara (lebih 1/3 luas kulit payudara)
• Adanya nodul satelit pada kulit payudara
• Kanker payudara jenis mastitis karsinimatosa
• Terdapat model parasternal
• Terdapat nodul supraklavikula
• Adanya edema lengan
• Adanya metastase jauh
• Serta terdapat dua dari tanda-tanda locally advanced, yaitu ulserasi kulit, edema kulit, kulit terfiksasi pada dinding toraks, kelenjar getah bening aksila berdiameter lebih 2.5 cm, dan kelenjar getah bening aksila melekat satu sama lain.

Penafsiran benjolah di payudara adalah:

1. Jika usia wanita dibawah usia 35 tahun maka menurut urutan frekuensi yang paling banyak ditemukan adalah:
- Mammary Dysplasia
- Fibroadenoma
- Mastitis
- Nekrosis Lemak
- Karsinoma

2. Jika wanita berusia 35-50 tahun maka urutan frekuensi yang paling banyak ditemukan adalah:
- Mammary Dysplasia
- Karsinoma
- Fibroadenoma
- Nekrosis Lemak
- Mastitis
3. Pada wanita berusia lebih dari 50 tahun maka yang paling banyak ditemukan adalah karsinoma


dikutip : http://ykpjabar.org/index.php/artikel/49-wanita/63-sekilas-mengenai-berbagai-kelainan-payudara


LAKUKAN SADARI

SADARI bulanan dengan pemeriksaan klinis payudara tahunan (Clinical Breast Examination /Â CBE) oleh seorang ahli dan mamografi, sangat bermanfaat untuk mendeteksi kanker payudara sejak dini.Ada tiga langkah penting untuk melakukan SADARI, yaitu:

(1)Pemeriksaan di depan cermin.
Berdirilah seperti biasa di depan cermin, dan perhatikan kesimetrisan kedua payudara Anda. Lalu angkat kedua lengan Anda melewati kepala. Perhatikan, apakah ada perubahan bentuk di setiap payudara, pembengkakan, lekukan, atau perubahan di setiap puting. Kenalilah payudara anda sebagaimana anda mengenali wajah anda sendiri. Masa jerawat kecil anda bisa menyadari dengan jelas tetapi payudara berubah anda tidak sadar? jangan buat si payudara menjadi cemburu dengan wajah anda

(2)Pemeriksaan raba pada posisi berdiri.
Untuk melakukan pemeriksaan pada payudara sebelah kanan, angkat lengan kanan anda ke belakang kepala, lalu gunakan jari-jari tangan kiri untuk melakukan pemeriksaan. Lakukan langkah-langkah sebaliknya untuk memeriksa payudara sebelah kiri.Â

(3)Pemeriksaan raba pada saat berbaring.
Berbaringlah di atas permukaan yang keras. Saat melakukan pemeriksaan pada payudara kanan, letakkan bantal di bawah pundak kanan. Kemudian letakkan lengan kanan di belakang kepala. Ratakan jari-jari tangan kiri pada payudara kanan, dan tekan secara lembut dengan gerakan memutar searah jarum jam. Mulailah pada bagian paling puncak dari payudara kanan (posisi jam 12), kemudian bergerak ke arah jam 10 dan seterusnya, sampai kembali ke posisi jam 12. Setelah itu, pindahkan jari-jari Anda kira-kira 2 cm mendekati puting. Teruskan gerakan memutar seperti sebelumnya hingga seluruh bagian payudara, termasuk puting selesai diperiksa. Lakukan hal yang sama pada payudara sebelah kiri.
Teknik SADARI yang benar harus menggunakan buku jari dari ketiga jari tengah Anda, bukan ujung jari. Anda sangat dianjurkan untuk mengulang-ulang gerakan melingkar dengan buku jari yang disertai dengan sedikit penekanan. Namun penekanan yang berlebihan dapat menyebabkan tekanan pada tulang rusuk dan akan terasa seperti benjolan.

(4) Tempo permeriksaan

Pemeriksaan payudara sendiri sebaiknya dilakukan sebulan sekali. Para wanita yang sedang haid sebaiknya melakukan pemeriksaan pada hari ke-5 sampai ke-7 setelah masa haid bermula, ketika payudara mereka sedang mengendur dan terasa lebih lunak.

Jika menemukan adanya benjolan atau perubahan pada payudara yang membuat diri Anda resah, segera konsultasikan ke dokter. Jika dokter menginformasikan bahwa hasil pemeriksaannya menunjukkan tidak adanya kelainan tapi Anda masih tetap resah, Anda bisa meminta kunjungan lanjutan. Anda juga bisa meminta pendapat kedua dari seorang dokter spesialis.

Para wanita yang telah berusia 20 dianjurkan untuk mulai melakukan SADARI bulanan dan CBE tahunan, dan harus melakukan pemeriksaan mamografi setahun sekali bila mereka telah memasuki usia 40.

Jangan biarkan kanker payudara merusak hidup anda! kanker payudara bukan kanker ganas kalau anda menyadarinya sebelum terlambat!



Read more: http://doktersehat.com/2007/01/02/sadari-pemeriksaan-payudara-sendiri/#ixzz17VlSIf9r

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar