Selasa, 07 Desember 2010

Water Birt ...??? Apa Itu ...??? Caranya..??






WATER BIRT


Apa sih water birth ?


Secara prinsip, persalinan dengan metode water birth tidaklah jauh berbeda dengan metode persalinan normal di atas tempat tidur, hanya saja pada metode water birth persalinan dilakukan di dalam air sedangkan pada persalinan biasa dilakukan di atas tempat tidur. Perbedaan lainnya adalah pada persalinan di atas tempat tidur, calon ibu akan merasakan jauh lebih sakit jika dibandingkan dengan persalinan menggunakan metode water birth. Ada yang mengatakan persalinan dengan water birth dapat mengurangi rasa sakit hingga mencapai 40-70%.

Metode water birth ?

Pada persalinan dengan metode water birth, calon ibu akan dimasukan ke dalam kolam berisi air hangat pada saat memasuki bukaan ke-enam. Tujuannya agar kulit vagina menjadi tipis dan lebih elastis sehingga akan lebih mudah untuk meregang saat kepala bayi keluar melewati vagina, bahkan dikatakan jika persalinan berjalan lancar maka tidak perlu sampai harus merobek perineum (bibir vagina. Selain itu, air hangat pada kolam juga akan memberikan rasa nyaman, tenang dan rileks, pada keadaan rileks ini tubuh akan melepaskan endorphin (semacam morfin yang dibentuk oleh tubuh sendiri)untuk mengurangi rasa sakit. Air hangat juga mampu untuk menghambat impuls – impuls saraf yang menghantarkan rasa sakit, sehingga membuat persalinan tidak begitu terasa berat.

Pada persalinan dalam air ini, suami juga memiliki peran yang sangat penting di dalam kelancaran persalinan, yaitu dengan melakukan pemijatan pada punggung ibu yang bertujuan untuk memberikan rasa rileks dan nyaman kepada ibu saat persalinan dilakukan di dalam kolam. Persalinan dengan metode water birth ini berlangsung kurang lebih 1-2 jam setelah bukaan keenam dimana pada persalinan biasa membutuhkan waktu hingga 8 jam.

Kemudian setelah bayi lahir maka dokter akan mengangkat bayi ke permukaan air untuk diberikan ASI pertama kali. Kebanyakan ibu kadang merasa khawatir bayi mereka akan tersedak, tetapi sebenarnya hal tersebut tidak akan terjadi karena pada saat bayi sudah berada diluar, bayi tersebut masih bernafas melalui ari – ari dan tali pusat yang masih tersambung ke perut ibu, sehingga tidak akan menjadi masalah bagi bayi yang dilahirkan di dalam air.

Ada 2 metode water birth
  1. Water birth murni. Ibu masuk ke kolam persalinan setelah mengalami pembukaan 6 sampai proses melahirkan terjadi.
  2. Water birth emulsion. Ibu hanya berada di dalam kolam hingga masa kontraksi akhir. Proses melahirkan tetap dilakukan di tempat tidur.

Peralatan yang di butuhkan dalam tekhnik water birth?
Persalinan dengan metode water birth ini juga sudah banyak diterapkan di beberapa pusat kesehatan dan rumah sakit di Indonesia seperti di Jakarta dan Bali. dengan budget yang relatif llebih mahal di bandingkan persalinan normal. yah, ada barang ada rupa..
Beberapa peralatan yang diperlukan dalam water birth adalah kolam plastik berukuran cukup besar (diameter 2 meter) dengan benjolan – benjolan dibagian bawahnya agar ibu tidak merosot saat persalinan berlangsung. Ketinggian air di dalam kolam juga harus diatur supaya berada di atas pusar baik saat ibu dalam posisi duduk, jongkok atau tiduran. Posisi saat melahirkan dapat dilakukan sebebas mungkin bisa sambil duduk, menghadap ke belakang atau terserah nyamannya si ibu. Selain itu juga diperlukan water heater dan termometer untuk menjaga suhu air agar tetap dalam suhu 37ÂșC. Hal ini bertujuan agar bayi tidak merasakan perbedaan suhu yang ekstrem antara di dalam perut dengan di luar dan agar bayi tidak mengalami hipotermia. Suhu air yang hangat juga menjadi sebab mengapa bayi sesaat setelah dilahirkan di dalam air tidak akan menangis, karena bayi masih merasa berada di dalam kandungan akibat suhu air yang tetap hangat. Air yang digunakan juga air suling yang steril dan tidak mengandung kuman sehingga tidak akan menimbulkan infeksi apabila tertelan.

Yang harus di perhatikan dalam tekhnik water birth ?

Melahirkan di air juga ada batasan dan beberapa pertimbangan medisnya. Berikut adalah beberapa kriteria calon ibu yang tidak diperkenankan untuk melakukan water birth :
  1. Calon ibu yang memiliki panggul sempit,
  2. Bayi lahir sungsang atau melintang
  3. Ibu yang sedang dalam perawatan medis
  4. Ibu yang mempunyai penyakit herpes, sebab virus herpes tidak mati dalam air dan dapat menular kepada bayi yang dilahirkan
Tips persiapan persalinan di dalam air / water birth :
  1. Ada kemauan dan keyakinan untuk melahirkan di dalam air
  2. Mengikuti senam hamil saat kehamilan, agar proses persalinan berjalan lancar
  3. Pastikan kolam yang akan dipakai dalam persalinan adalah kolam yang memenuhi standart untuk water birth, dan yakinkan kebersihan serta sterilitas kolam.
  4. Menyiapkan data lengkap, seperti pemeriksaan laboratorium sebagai salah satu prasyarat mutlak dalam pelaksanaan persalinan di dalam air.
Bagi para calon ibu, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter kandungan selama masa kehamilan untuk dapat mengetahui metode persalinan apa yang paling sesuai dengan kondisinya.
Manfaat tekhnik water birth ?
Bagi ibu:
Para pakar kesehatan di bidang ginekolog mengakui bahwa melahirkan dalam air memiliki kelebihan dibanding metode melahirkan lain.

  • Ibu akan merasa lebih relaks karena semua otot yang berkaitan dengan proses persalinan menjadi elastis.

  • Metode ini juga akan mempermudah proses mengejan. Sehingga rasa nyeri selama persalinan tidak terlalu dirasakan.

  • Di dalam air proses pembukaan jalan lahir akan berjalan lebih cepat.
Bagi bayi:

  • Menurunkan risiko cedera kepala bayi.

  • Meskipun belum dilakukan penelitian mendalam, namun pakar kesehatan meyakini bahwa lahir dengan metode ini memungkinkan IQ bayi menjadi lebih tinggi dibandingkan bayi yang lahir dengan metode lain.

  • Peredaran darah bayi akan lebih baik, sehingga tubuh bayi akan cepat memerah setelah dilahirkan.
Resiko dari water birth?

  • Kemungkinan air kolam tertelan oleh bayi sangat besar. Kondisi ini menyebabkan proses membutuhkan bantuan dokter kebidanan dan kandungan, juga spesialis anak yang akan melakukan pengecekan langsung saat bayi lahir. Sehingga jika ada gangguan bisa langsung terdeteksi dan diatasi.

  • Hipotermia atau suhu tubuh terlalu rendah akan dialami ibu jika proses melahirkan berlangsung lebih lama dari perperkiraan.

  • Bayi berisiko mengalami temperature shock jika suhu air tidak sama dengan suhu si ibu saat melahirkan yaitu 37 derajat celcius.
Sumber :
http://www.conectique.com
http://wandahamidah.blogdetik.com
http://bayikita.wordpress.com
http://www.ibudananak.com
http://medicastore.com
dll-

Plus Minus melahirkan dengan Metode Water Birth, Hynobrithing dan ILA


24th of March, 2008.

Sudah hampir melahirkan? Tentunya harus dipersiapkan kira kira mau melahirkan dengan ‘cara’ apa. Apalagi saat ini sudah banyak cara untuk melahirkan yang bersifat meminimalisir rasa sakit.


Apapun pilihan Mom’s tetap konsultasikan dengan dokter anda. Dibawah ini ibudananak.com memberikan sedikit gambaran, kira kira apa sih kelebihan dan resiko juga prasyarat melahirkan dengan Metode Water Birth, Hynobrithing dan ILA.

1. Waterbirth

Kelebihan :

· Mengurangi rasa sakit secara signifikan sampai sekitar 80%

Mengurangi rasa sakit secara signifikan sampai sekitar 80%
· Menurunkan resiko vagina robek atau pengguntingan disekitar vagina untuk mempermudah persalinan.

Menurunkan resiko vagina robek atau pengguntingan disekitar vagina untuk mempermudah persalinan.
· Karena terendam dalam air, otot otot yang bekerja selama kehamilan akan lebih rileks sehingga persalinan akan berjalan lancar, karena rasanya seperti habis berenang, segar dan tak berkeringat.

Karena terendam dalam air, otot otot yang bekerja selama kehamilan akan lebih rileks sehingga persalinan akan berjalan lancar, karena rasanya seperti habis berenang, segar dan tak berkeringat.
· Bayi lebih bersih karena tidak banyak darah yang keluar.

Bayi lebih bersih karena tidak banyak darah yang keluar.

Resiko dan Prasyarat :

· Tidak dapat dilakukan oleh ibu yang memiliki panggul kecil , sehingga harus melahirkan dengan caecar.

· Bila bayi bersiko sungsang lebih baik hindari melakukan waterbird, karena harus dioperasi caecar.

· Bila sang ibu memiliki penyakit herpes, bisa beresiko menularkan penyakit tersebut melalui mata, selaput lender dan tenggorokan bayi, karena kuman herpes dapat bertahan diair.

· Tidak dapat dilakukan jika air ketuban telah percah terlebih dahulu. Karena dikhawatirkan air akan terminum oleh bayi dan tersangkut diparu parunya.

· Kolam plastic yang digunakan harus benar benar steril agar tidak rentan terinfeksi kuman dan virus lainnya.

2. Hynobrithing

Kelebihan :

· Kondisi yang tenang selama hamil akan direkam oleh janin dan mempengaruhi kepribadian serta kecerdasan bayi dalam rahim.

Kondisi yang tenang selama hamil akan direkam oleh janin dan mempengaruhi kepribadian serta kecerdasan bayi dalam rahim.
· Mengurangi rasa mual, muntah dan pusing.

Mengurangi rasa mual, muntah dan pusing.
· Menciptakan jiwa yang seimbang sehingga pertumbuhan jiwa bayi menjadi lebih sehat.

Menciptakan jiwa yang seimbang sehingga pertumbuhan jiwa bayi menjadi lebih sehat.
· Memperlancar jalannya proses persalinan dan meminimalkan rasa sakit.

Memperlancar jalannya proses persalinan dan meminimalkan rasa sakit.
· Meningkatkan produksi ASI.

Meningkatkan produksi ASI.
· Dapat lebih mengontrol emosi dan perasaan.

Dapat lebih mengontrol emosi dan perasaan.
· Mencegah kelelahan yang berlebihan saat proses persalinan.

Mencegah kelelahan yang berlebihan saat proses persalinan.

Resiko dan Prasyarat :

·Lebih baik selalu didampingi suami dan fasilitator. Peran suami amat penting dalam memberikan dukungan bagi ibu dan janin.

· Latihan dilakukan rutin dari awal kehamilan.

· Memiliki kemauan yang kuat dan rajin berlatih dirumah.

· Keberhasilan metode ini sangat tergantung pada keseriusan ibu dalam mempersiapkan kelahiran.

3. Intrathecal Labour Anathesia (ILA)


Kelebihan :

· Meskipun diberi obat bius sang ibu harus tetap mengejan dan merasakan peregangan ketika bayi akan keluar.

Meskipun diberi obat bius sang ibu harus tetap mengejan dan merasakan peregangan ketika bayi akan keluar.
· Ibu dapat mengejan lebih relaks tanpa merasakan sakit.

Ibu dapat mengejan lebih relaks tanpa merasakan sakit.
· Cara pemberian obatnya lebih mudah dan memperbaiki kontraksi rahim.

Cara pemberian obatnya lebih mudah dan memperbaiki kontraksi rahim.
· Biaya tidak terlalu mahal.

Biaya tidak terlalu mahal.
Resiko dan Prasyarat :

· Anastesi hanya bisa bertahan 4 – 6 jam ,sehingga dokter harus memperhatikan waktu pemberian anasteshi ini.

· Bisa mengakibatkan anasteshi ke janin melalui sang ibu sehingga dapat mengakibatkan bayi kekurangan oksigen.

· Proses melahirkan berlangsung agak lama.

· Dapat terjadi penurunan tekanan darah sehingga supply makanan ke janin menjadi kurang.

· Saat obat diberikan sang ibu akan merasakan kesemutan, gatal gatal,mual, muntah, rasa mengantuk, gemetar, retensi urin dan serta denyut nadi lambat.

dikutip dario : http://www.ibudananak.com/index.php?option=com_news&task=view&id=429&itemid=19

Tidak ada komentar:

Posting Komentar