Kamis, 13 Januari 2011

Kanker Serviks






A. Pengertian

Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal di sekitarnya (FKUI, 1990; FKKP, 1997).

B. Etiologi / Penyebab

Penyebab kanker serviks belum jelas diketahui namun ada beberapa faktor resiko dan predisposisi yang menonjol, antara lain :

1. Umur pertama kali melakukan hubungan seksual

Penelitian menunjukkan bahwa semakin muda wanita melakukan hubungan seksual semakin besar mendapat kanker serviks. Kawin pada usia 20 tahun dianggap masih terlalu muda

2. Jumlah kehamilan dan partus

Kanker serviks terbanyak dijumpai pada wanita yang sering partus. Semakin sering partus semakin besar kemungkinan resiko mendapat karsinoma serviks.

3. Jumlah perkawinan

Wanita yang sering melakukan hubungan seksual dan berganti-ganti pasangan mempunyai faktor resiko yang besar terhadap kankers serviks ini.

4. Infeksi virus

Infeksi virus herpes simpleks (HSV-2) dan virus papiloma atau virus kondiloma akuminata diduga sebagai factor penyebab kanker serviks

5. Sosial Ekonomi

Karsinoma serviks banyak dijumpai pada golongan sosial ekonomi rendah mungkin faktor sosial ekonomi erat kaitannya dengan gizi, imunitas dan kebersihan perseorangan. Pada golongan sosial ekonomi rendah umumnya kuantitas dan kualitas makanan kurang hal ini mempengaruhi imunitas tubuh.

6. Hygiene dan sirkumsisi

Diduga adanya pengaruh mudah terjadinya kankers serviks pada wanita yang pasangannya belum disirkumsisi. Hal ini karena pada pria non sirkum hygiene penis tidak terawat sehingga banyak kumpulan-kumpulan smegma.

7. Merokok dan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim)

Merokok akan merangsang terbentuknya sel kanker, sedangkan pemakaian AKDR akan berpengaruh terhadap serviks yaitu bermula dari adanya erosi diserviks yang kemudian menjadi infeksi yang berupa radang yang terus menerus, hal ini dapat sebagai pencetus terbentuknya kanker serviks.

C. Klasifikasi pertumbuhan sel

Mikroskopis

1. Displasia

Displasia ringan terjadi pada sepertiga bagaian basal epidermis. Displasia berat terjadi pada dua pertiga epidermi hampir tdk dapat dibedakan dengan karsinoma insitu.

2. Stadium karsinoma insitu

Pada karsinoma insitu perubahan sel epitel terjadi pada seluruh lapisan epidermis menjadi karsinoma sel skuamosa. Karsinoma insitu yang tumbuh didaerah ektoserviks, peralihan sel skuamosa kolumnar dan sel cadangan endoserviks.

3. Stadium karsionoma mikroinvasif.

Pada karksinoma mikroinvasif, disamping perubahan derajat pertumbuhan sel meningkat juga sel tumor menembus membrana basalis dan invasi pada stoma sejauh tidak lebih 5 mm dari membrana basalis, biasanya tumor ini asimtomatik dan hanya ditemukan pada skrining kanker.

4. Stadium karsinoma invasif

Pada karsinoma invasif perubahan derajat pertumbuhan sel menonjol besar dan bentuk sel bervariasi. Petumbuhan invasif muncul diarea bibir posterior atau anterior serviks dan meluas ketiga jurusan yaitu jurusan forniks posterior atau anterior, jurusan parametrium dan korpus uteri.

5. Bentuk kelainan dalam pertumbuhan karsinoma serviks

Pertumbuhan eksofilik, berbentuk bunga kool, tumbuh kearah vagina dan dapat mengisi setengah dari vagina tanpa infiltrasi kedalam vagina, bentuk pertumbuhan ini mudah nekrosis dan perdarahan.

Pertumbuhan endofilik, biasanya lesi berbentuk ulkus dan tumbuh progesif meluas ke forniks, posterior dan anterior ke korpus uteri dan parametrium.

Pertumbuhan nodul, biasanya dijumpai pada endoserviks yang lambatlaun lesi berubah bentuk menjadi ulkus.

Markroskopis

1. Stadium preklinis

Tidak dapat dibedakan dengan servisitis kronik biasa

2. Stadium permulaan

Sering tampak sebagian lesi sekitar osteum externum

3. Stadium setengah lanjut

Telah mengenai sebagian besar atau seluruh bibir porsio

4. Stadium lanjut

Terjadi pengrusakan dari jaringan serviks, sehingga tampaknya seperti ulkus dengan jaringan yang rapuh dan mudah berdarah.


adalah momok mengerikan di kalangan kaum , selain kanker payudara. Berdasar data Departemen RI, di Indonesia terdapat 90-100 kasus per 100.000 penduduk. Setiap tahun terjadi 200.000 kasus . Setiap hari di Indonesia ada 20 yang meninggal akibat atau ini. Di dunia setiap 2 menit kanker ini merengut nyawa seorang ! Kanker ini juga yang mengakibatkan kematian 2 orang tante saya, hiks.

Penyebab dan gejala
atau disebut juga / cervics cancer (carcinoma cervicis uteri) disebabkan oleh Human papilloma virus (HPV) 16 dan 18.
Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini seringkali tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala. Serem juga ya, gejalanya gak keliatan, makanya yuk kita ketahui lebih mendalam tentang / ini sehingga kita tau bagaimana mencegahnya.

Ciri atau gejala Kanker leher rahim ditandai dengan gejala keputihan yang tidak gatal, timbul cairan yang berbau, tumbuh tumor, pendarahan keluar setelah senggama. Jika kondisi ini dibiarkan maka pendarahan semakin banyak, bahkan bisa terjadi pendarahan spontan. Pada penderita stadium tiga terjadi penurunan berat badan.

Golongan beresiko tinggi.
Selain berisiko pada mereka yang suka berganti pasangan, juga berpotensi diderita oleh perempuan yang menikah di usia muda. Pasalnya, mulut rahim di usia belia ini belum terlalu kuat untuk mengalami trauma hubungan seks. Kondisi lemah ini membuat mulut rahim rentan terhadap serangan virus yang paling ringan sekalipun. Resiko lebih tinggi terjadi pada perempuan yang memulai hubungan seks sebelum usia 16 tahun dibanding dengan yang berhubungan seks di atas usia 20 tahun. Juga pada yang sering melahirkan, merokok, banyak minum pil KB, atau karena penggunaan pembersih .

Pencegahan
1. Hindari berganti-ganti pasangan partner seks, jangan berhubungan seks terlalu dini.
Tau gak, virus papilloma itu bisa ditularkan oleh laki-laki saat berhubungan seks. Makanya suami2 jangan jajan, kalo jajan sembarangan bisa-bisa tanpa sadar anda akan menulari virus papilloma ini ke istri. jangan main sembarangan, selain dosa, bisa-bisa tertular virus ini dari pacar, ato duren – duda keren – yang mungkin istrinya meninggal karena kanker ini atau punya gejala kanker ini sehingga sang duda juga bisa sebagai media penyebar virus papilloma.

2. Kurangi merokok atau bahkan jangan merokok, banyak mengonsumsi vitamin penangkal kanker seperti vitamin A dan C yang berfungsi sebagai antioksidan tubuh.

3. Yang terpenting adalah rajin-rajinlah melakukan begitu seorang perempuan sudah mulai aktif berhubungan seks. Kalo kami di Perancis disebut Frottis dan dilakukan dua tahun sekali. Kalo di Indonesia katanya dilakukan tiap tahun.

4. Melakukan vaksinasi HPV. Vaksinasi ini dilakukan untuk usia 10 – 55 tahun. Vaksinasi dengan penyuntikan 3 kali : suntikan pertama disusul sebulan kemudian suntikan kedua dan suntikan terakhir 5 bulan kemudian setelah suntikan kedua.

Tentang

Gambar Pap Smear

Gambar

Test adalah pemeriksaan lendir dari leher rahim atau dalam istilah kedokteran disebut lendir serviks. merupakan tes yang perlu rutin 1 tahun sekali oleh semua yang telah menikah atau yang telah melakukan hubungan seks. Prosesnya mudah aja, dokter melakukan pemeriksaan dalam, vagina di”buka” dengan speculum, terus pake spatula atau sikat halus (cytobrush) mengambil lendir leher rahim, dioleskan dan difiksasi dengan cairan khusus atau dengan Alkohol 95 %. Kemudian Gelas objek ini di Laboratorium akan dilihat dibawah Mikroskop apakah ada sel-sel yang berbahaya.

Pemeriksaan papsmear untuk mendeteksi dini kanker mulut rahim. Selain itu juga bisa diliat apakah ada infeksi bakteri atau jamur yang biasanya menyebabkan keputihan. Kalo didapatkan bakteri atau jamur maka diobati dengan obat yang sesuai.

Hasil Papsmear :.
– Negatif artinya tidak ditemukan sel-sel yang berbahaya
– DISPLASIA : ditemukan sel yang menunjukkan perubahan sifat yang dapat mengarah kekeganasan, untuk itu perlu dikonfirmasi dengan pemeriksaan biopsi. Bila ada jamur & bakteri diobati.
– Positif : ditemukan sel ganas, harus dilakukan BIOPSI secepatnya untuk memastikan Diagnosa .

Saat ini ada cara pemeriksaan yang lebih baru, yaitu PAPNET. Pemeriksaan dilakukan dengan pengambilan lendir leher rahim sama seperti papsmear konvensional, tetapi dengan memanfaatkan teknologi computer dalam menganalisanya. Pap Net dapat menyempurnakan hasil papsmear konvensional sampai 30% lebih peka.

Bagaimana persiapan anda sebaiknya sebelum Pap-Smear dengan Papnet ?
- Waktu yang paling baik bagi pengambilan adalah saat bersih dari bercak darah, sebaiknya 2 minggu setelah haid. Untuk yang sudah menopause bisa kapan saja (ya iyalah udah gak ada mens lagi, khan ?)
- Sebaiknya tidak melakukan senggama 48 jam sebelum pengambilan Pap-Smear
- Jangan menggunakan pembasuh vagina antiseptik atau sabun antiseptik
- Rileks, jangan tegang, gak sakit kok.


Refwerensi :

http://creasoft.wordpress.com/2008/04/19/kanker-serviks/

http://www.ibujempol.com/awas-momok-kaum-wanita/


2 komentar: